ecclesia reformata semper reformanda

WELCOME

Selamat datang
All of you are invited!!!

blog ini berisikan tentang renungan saya dalam kehidupan sehari-hari
selain itu ada beberapa karya ilmiah saya pada saat saya studi di sekolah teologi.

Semoga mendapatkan berkat melalui blog ini
Tuhan memberkati
HI FRIENDS, WELCOME TO MY BLOG.. I HOPE YOU LIKE IT..GBU ALWAYS

Rabu, 09 Maret 2011

Tuhan menciptakan baik adanya

nice song....
LAdy GAga -Born This Way-

It doesn’t matter if you love him, or capital H-I-M
Just put your paws up
‘Cause you were born this way, baby
My mama told me when I was young
We are all born superstars
She rolled my hair and put my lipstick on
In the glass of her boudoir
“There’s nothin’ wrong with lovin’ who you are”
She said, “‘Cause He made you perfect, babe”
“So hold your head up, girl and you you’ll go far,
Listen to me when I say”

I’m beautiful in my way,
‘Cause God makes no mistakes
I’m on the right track, baby
I was born this way
Don’t hide yourself in regret,
Just love yourself and you’re set
I’m on the right track, baby
I was born this way
(Born this way)
Ooo, there ain’t no other way
Baby, I was born this way
Baby, I was born this way
(Born this way)
Ooo, there ain’t other way
Baby, I was born this way
I’m on the right track, baby
I was born this way
Don’t be a drag, just be a queen
Don’t be a drag, just be a queen
Don’t be a drag, just be a queen
Don’t be!
Give yourself prudence and love your friends
Subway kid, rejoice the truth
In the religion of the insecure
I must be myself, respect my youth
A different lover is not a sin
Believe capital H-I-M (hey, hey, hey)
I love my life, I love this record and
Mi amore vole fe yah
I’m beautiful in my way,
‘Cause God makes no mistakes
I’m on the right track, baby
I was born this way
Don’t hide yourself in regret,
Just love yourself and you’re set
I’m on the right track, baby
I was born this way
Ooo, there ain’t no other way
[ From: http://www.metrolyrics.com/born-this-way-lyrics-lady-gaga.html ]
Baby, I was born this way
Baby, I was born this way
(Born this way )
Ooo, there ain’t other way
Baby, I was born way
I’m on the right track, baby
I was born this way
( Queen ,
Don’t be , Queen )
Don’t be drag, just be a queen
Whether you’re broke or evergreen
You’re black, white, beige, chola descent
You’re lebanese, you’re orient
Whether life’s disabilities
Left you outcast, bullied or teased
Rejoice and love yourself today
‘Cause baby, you were born this way
No matter gay, straight or bi
lesbian, transgendered life
I’m on the right track, baby
I was born to survive
No matter black, white or beige
chola or orient made
I’m on the right track, baby
I was born to be brave
I’m beautiful in my way
‘Cause God makes no mistakes
I’m on the right track, baby
I was born this way
Don’t hide yourself in regret,
Just love yourself and you’re set
I’m on the right track, baby
I was born this way, yeah!
Ooo, there ain’t no other way
Baby, I was born this way
Baby, I was born this way
(Born this way )
Ooo, there ain’t other way
Baby, I was born this way
I’m on the right track, baby
I was born this way
I was born this way, hey!
I was born this way, hey!
I’m on the right track, baby
I was born this way, hey!
I was born this way, hey!
I was born this way, hey!
I’m on the right track, baby
I was born this way, hey!

Indahnya Keberagaman


Seni Islam dalam Gereja Kristen

Seni Islam dalam Gereja Kristen
"KAMI berdiri di dalam gereja Kristen memandangi seni Islam yang dikoleksi seorang yahudi," tawa Khalili. "Adakah cara yang lebih baik untuk menunjukkan keharmonisan dari ke tiga agama dunia ini?"
Pengusaha Yahudi-Iran, Nasser David Khalili (65 tahun), memiliki koleksi benda-benda seni Islam terbanyak di seluruh dunia. Menurutnya seni adalah yang terindah di dunia ini dan ia ingin berbagi antusiasmenya itu dengan dunia. Sebanyak lima ratus potong seni koleksinya dapat disaksikan di Nieuwe Kerk (Gereja Baru) di Amsterdam.
Khalili, berasal dari keluarga pedagang seni Yahudi asal Isfahan, Iran, yang mulai tahun 70-an mengkoleksi seni Islam. Empat puluh tahun kemudian, koleksinya sudah melebihi 25.000 potong dan menjadikannya sebagai pengoleksi seni Islam terkemuka di dunia.
"Koleksi Dr Khalili ini bersifat ensiklopedia," kata pakar Arab Luit Mols, penulis katalog pameran di Amsterdam ini. "Koleksinya terdiri dari benda-benda seni utama dari semua zaman, kawasan dan bentuk." Di Nieuwe Kerk dapat disaksikan antara lain kitab kaligrafi Al-Quran, miniatur Persia yang apabila diperbesar 100 kalipun masih akan tampak detail-detail indahnya, seni gelas kaca yang bercita rasa halus, keramik, perhiasan, dan tekstil. "Tidak semua benda seni Islam itu agamis," tegas Khalili. ' "Beda dari misalnya seni kristen, seni dari dunia islam sebagian besar sifatnya sekuler."
Menguntungkan
Wartawan Radion Nederland Michel Hoebink menulis, Koleksi ini betul-betul menguntungkan Khalili. Ketika ia mulai mengkoleksi di tahun 70-an, ia masih seorang pionir. Tetapi dalam 15 tahun belakangan, terutama di kawasan Teluk, semakin banyak minat terhadap warisan budaya sendiri. Banyak kolektor pribadi maupun museum yang membeli benda-benda seni. Oleh karena itu, hargapun meningkat dan koleksi Khalili juga naik nilainya sampai lebih dari satu milyar euro.
Tapi bagi Khalili bukanlah uang. "Seni menjadi bagian dari kemanusiaan, saya hanyalah penjaga sementara." Mantan pakar komputer yang dijuluki 'duta besar budaya Islam' ini memiliki satu misi: "Saya ingin menunjukkan pada dunia bahwa seni Islam adalah seni yang paling indah dan beragam di dunia. Sampai batas tertentu, budaya Eropa berhutang budi pada Islam'.
Khalili menganggap tugasnya untuk menjaga seni Islam bagi generasi berikutnya. Ia meminta ilmuwan internasional tersohor untuk meneliti dan mengkatalogkan koleksinya. Menurutnya, ini merupakan ensiklopedia seni Islam terbesar yang pernah ditulis. "Saya hendak membuat 40.000 kopi dan mengirimkannya gratis ke seluruh universitas di dunia."
Salah satu benda seni kesukaannya adalah lukisan Persia yang menggambarkan Musa, Yesus, dan Muhammad. "Ke tiga agama monotheisme ini adalah kakak beradik dari keluarga yang sama yang dulu hidup bersama secara harmonis. Lukisan ini adalah buktiknya."

Sumber dari YahooNews dan Kompas Selasa 8 Maret 2011

Jumat, 04 Februari 2011

GONG XI FA CAI Filosofi Ikan Bandeng

        Pada hari raya imlek ini, Aksara Tionghoa Sederhana: 恭喜发财Aksara Tionghoa Tradisional: 恭喜發財 = "selamat dan semoga banyak rejeki", dibaca:

Kata-kata ini sangat akrab pada minggu-minggu ini. Mengapa? Karena pada tanggal 3 Februari kemarin, orang-orang Tionghoa merayakan tahun baru imlek.  Mereka telah mempersiapkan diri untuk menyambut tahun baru ini.  Pada saat saya merayakan dengan keluarga besar saya, makanan yang sudah pasti tersedia adalah ikan bandeng.  Namun saya tidak memakannya pada saat itu karena pedas. Lalu saya bertanya-tanya mengapa selalu ada bandeng di acara imlek.  Akhirnya saya menemukan bahwa ikan bandeng dianggap sebagai sumber rezeki bagi masyarakat Tionghoa khususnya di Indonesia.  Dengan adanya hidangan ikan bandeng di rumah keluarga maka selama satu tahun ke depan diharapkan rezeki selalu datang di kehidupan kita.
                Ikan Bandeng terkenal dengan kelezatannya.  Apalagi ikan bandeng yang dipresto sudah pasti sangat lezat untuk dimakan.  Pada saat kita memakannya mungkin kita akan berkata “Maknyusssss....” Ikan bandeng memang lezat tetapi apabila tidak diolah dengan baik maka dalam sekejap ikan bandeng tersebut tidak nyaman untuk disantap karena duri-durinya yang banyak.  Pada saat ini saya tidak akan membahas apakah ikan bandeng benar-benar mendatangkan rezeki atau tidak? Melainkan sebuah filosofi ikan bandeng dikaitkan dengan kehidupan kita.
                Di dalam mengolah ikan bandeng diperlukan waktu yang cukup pada saat mengolahnya menjadi makanan.  Jika ikan bandeng tidak diolah dengan baik maka kenyamanan dalam memakan ikan tersebut menjadi tidak nyaman bahkan kita akan membuang ikan tersebut.  Jika diolah terlalu lama maka ikan tersebut juga tidak enak karena terlalu lembek dan rasa dagingnya pun sudah kehilangan kelezatannya.  Dalam mengelola ikan bandeng untuk menjadi masakan diperlukan keahlian, waktu, dan ketepatan.  Jika kita mengelolanya secara asal-asalan maka ikan bandeng itupun akan menjadi asal-asalan.
                Demikan juga dengan kehidupan kita, apakah kita telah mengelola kehidupan kita dengan baik atau secara asal-asalan?  Jika kita mengelola kehidupan kita dengan asal-asalan maka kita akan seperti ikan bandeng yang tidak sempurna, memang bisa dimakan tetapi sangat membuat tidak nyaman karena duri-durinya.  Kehidupan kita pun seperti itu apabila tidak dikelola dengan sempurna, kita akan membuat ketidaknyamanan terjadi dalam hidup kita.  kita bisa menjadi orang yang putus asa dalam menghadapi hidup ini, kita akan menjadi orang yang menyusahkan orang lain, kita akan merasa selalu iri dengan talenta orang lain, dsb.  Itulah mengapa kita harus mengelola kehidupan kita dengan baik selama satu tahun ke depan ini. kita harus melihat keahlian kita, kita harus bersabar dengan waktu pada saat mengolah keahlian kita, dan kita harus tepat di mana kita harus menggunakan keahlian kita.  maka dalam kehidupan ini kita akan menjadi orang yang mempunyai visi ke depan dan bukan menjadi orang yang gagal.

HINDARI 10 ALASAN ORANG GAGAL
       KURANGNYA KETERAMPILAN MEMBINA HUBUNGAN DENGAN SESAMA
       SIKAP NEGATIF
       TIDAK SESUAI
       KURANG FOKUS
       KETIDAKSEDIAAN UNTUK BERUBAH
       CARA BERPIKIR JALAN PINTAS
       HANYA MENGANDALKAN BAKAT SAJA
       RESPON TERHADAP INFORMASI YANG TIDAK BAIK
       TIDAK ADANYA SASARAN
Ini adalah alasan orang yang tidak mengelola kehidupannya dengan baik.  Di dalam buku “THE ACHIEVER” diceritakan bahwa seseorang yang mau berhasil dan sukses maka orang tersebut harus memulainya dari suatu hal yang kecil.  Seseorang tidak mungkin dapat dipercaya melakukan hal yang besar tanpa melalui yang kecil dahulu.  10 sikap di atas bisa dikatakan hal-hal yang kecil atau seperti duri-duri ikan bandeng yang sangat mengganggu, namun jika kesepuluh hal tersebut dapat dikelola dalam kehidupan kita, maka hal tersebut tidak akan menjadi penghalang dalam kehidupan kita.
                Filosofi ikan bandeng ini mengajarkan kepada kita bahwa di dalam hidup kita perlu mengelolanya dengan baik.  Banyak hal-hal yang kecil yang tidak kita kelola dengan baik seperti rasa egois, cepat marah, angkuh, dsb.  Jika kita bisa mengelola hal tersebut dengan baik maka kehidupan kita akan sangat nyaman dan bisa menggapai suatu cita-cita yang kita inginkan. 
“Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya” (Mat 25:18).  Kalimat ini mengisyaratkan bahwa, setiap talenta yang ada dalam hidup kita haruslah kita kelola dengan baik sehingga menghasilkan yang terbaik.  Bahkan bisa dikatakan jika kita mengelola hidup kita maka Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk kita. Namun apabila kita tidak mengelola hidup kita dengan baik, maka Tuhan tidak akan memberi apa-apa kepada kita.
Oleh karena itu, kelolalah kehidupan kita dengan baik sesuai dengan keahlian, waktu, dan ketepatan.  Jika kita mengelolanya dengan baik maka kehidupan kitapun akan berjalan dengan baik.  GONG XI FA CAI.
AMIN
Pnt. David Roestandi

Jumat, 28 Januari 2011

Mazmur 23

WHERE THE PASSION LADS??

Mazmur 23 adalah Mazmur yang paling terkenal dan banyak orang Kristen yang mengetahuinya. Di dalam sebuah buku karangan Ravi Zacharias, saya menemukan sebuah tulisan Mazmur 23 yang ditambahkan di dalam setiap kalimatnya. Seperti inilah Mazmur 23 di dalam buku The Grand Weaver:
O     TUHAN adalah gembalakuITU SEBUAH HUBUNGAN!
O     takkan kekurangan aku - ITU PASOKAN
O     Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau- ITU ISTIRAHAT!
O     Ia membimbing aku ke air yang tenang - ITU PENYEGARAN!
O     Ia menyegarkan jiwaku - ITU PENYEMBUHAN!
O     Ia menuntun aku di jalan yang benar - ITU BIMBINGAN!
O     oleh karena nama-Nya – ITU TUJUAN!
O     Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman - ITU UJIAN!
O     aku tidak takut bahaya - ITU PERLINDUNGAN!
O     sebab Engkau besertaku - ITU KESETIAAN!
O     gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku- ITU DISIPLIN
O     Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku- ITU HARAPAN!
O     Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak - ITU PENGUDUSAN!
O     pialaku penuh melimpah - ITU KELIMPAHAN!
O     Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku - ITU BERKAT!
O     dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa - ITU KEKEKALAN

Pada saat saya membaca tulisan Mazmur 23 ini, saya jadi mengingat bahwa sudah hampir 1 bulan kita memasuki tahun yang baru ini.  banyak hal yang sudah terjadi selama 1 bulan ini.  Pertanyaannya adalah apakah kita tetap semangat dalam menjalani tahun yang baru ini?
“Where the passion lads?” adalah sebuah kata-kata yang tertulis di dalam sebuah permainan sepakbola yang berarti “di mana gairah/semangat kalian?”.  Kata-kata ini biasanya diungkapkan apabila para pemain bola dalam game tersebut tidak memiliki gairah dalam bermain.  Kata-kata ini mengingatkan kepada saya, apakah kita telah menjalani hidup di tahun yang baru ini dengan bergairah atau malah sebaliknya?
Satu bulan kita telah menjalani tahun yang baru ini, oleh karena itu kita perlu menumbuhkan semangat yang baru.  Tulisan di dalam Mazmur 23 dengan penambahan seharusnya membuat kita melihat bahwa di dalam kita mengarungi tahun yang baru ini kita tidak boleh takut dan kuatir secara berlebihan. Mengapa? Karena Tuhan yang merupakan gembala kita memberikan sebuah jani bahwa kita akan selalu dilindungi dan disertainya. 
Tahun 2011 masih panjang, tetapi saat kita menatap ke depan yang penuh misteri seharusnya kita tetap memegang tangan gembala kita. setiap kata-kata di dalam Mazmur 23 adalah sebuah janji Allah kepada anak-anakNya. Melangkahlah ke depan dengan pasti dan yakinlah Tuhan akan memberi yang terbaik dalam hidup kita.  jadi saat ada yang bertanya “WHERE THE PASSIONS LADS???” kita akan menjawabnya dengan tegas “SAYA MAU MENUMBUHKAN SEMANGATKU DI DALAM TUHAN. TUHAN ADALAH GEMBALAKU”
AMIN
Pnt. David Roestandi