ecclesia reformata semper reformanda
WELCOME
Selamat datang
All of you are invited!!!
blog ini berisikan tentang renungan saya dalam kehidupan sehari-hari
selain itu ada beberapa karya ilmiah saya pada saat saya studi di sekolah teologi.
Semoga mendapatkan berkat melalui blog ini
Tuhan memberkati
Selasa, 13 Desember 2011
Kekayaan, Kesuksesan dan Kasih Sayang
Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah dari perjalanannya keluar rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua.
Wanita itu berkata dengan senyumnya yang khas: “Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti orang baik-baik yang sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut”.
Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, “Apakah suamimu sudah pulang?”
Wanita itu menjawab, “Belum, dia sedang keluar”.
“Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suamimu kembali”, kata pria itu.
Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, “Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini”.
Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.
“Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama”, kata pria itu hampir bersamaan.
“Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran.
Salah seseorang pria itu berkata, “Nama dia Kekayaan,” katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, “sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. Sedangkan aku sendiri bernama Kasih-Sayang. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu.”
Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. “Ohho…menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan.”
Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, “sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita.”
Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. “Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Kasih-sayang yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih-sayang.”
Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. “Baiklah, ajak masuk si Kasih-sayang ini ke dalam. Dan malam ini, Si Kasih-sayang menjadi teman santap malam kita.”
Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. “Siapa diantara Anda yang bernama Kasih-sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini.”
Si Kasih-sayang berdiri, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho.. ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan.
“Aku hanya mengundang si Kasih-sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?”
Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. “Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Kasih-sayang, maka, kemana pun Kasih sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Kasih-sayang, maka kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan hanya si Kasih-sayang yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini.” [Sumber cerita Tadeus Tamar- http://sumberkristen.com]
“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Matius 6:33
Kamis, 10 November 2011
BERBAHAGIALAH ORANG YANG LAPAR DAN HAUS AKAN KEBENARAN KARENA MEREKA AKAN DIPUASKAN (Mat 5:6)
BERBAHAGIALAH ORANG YANG LAPAR DAN HAUS AKAN KEBENARAN
KARENA MEREKA AKAN DIPUASKAN
(Mat 5:6)
Khotbah di bukit ditujukkan kepada orang-orang yang sudah menyangkal diri dan sudah mengetahui akan kebenaran Kristus. Khotbah di bukit ditujukan kepada segelintir orang namun menjadi informasi terbuka bagi orang lain. Jadi orang lain tahu bagaimana mereka akan dituntut hal seperti ini jika ingin mengikuti Yesus. Oleh karena itu sangat wajar saat Mahatma Gandhi kecewa dengan orang-orang Kristen, karena menurutnya seharusnya orang yang telah mengakui dirinya sebagai murid Kristus mengikuti perkataan-perkataan di dalam Khotbah di bukit.
Pada ayat keenam, ini merupakan ayat dimana seorang pengikut Kristus haruslah mencari kebenaran akan Kristus di dalam hidupnya. Mengapa kebenaran digambarkan sebagai lapar dan haus? Karena biasanya orang lapar dan haus akan mencari terus menerus sehingga dia dipuaskan. Ayat ini hendak menggambarkan seorang pengikut Kristus haruslah haus dan lapar akan kebenaran Kristus dan mencari terus menerus kebenaran tersebut. Hidup yang terus menerus mencari kebenaran di dalam Allah akan membuat mereka dipuaskan. Pencarian disini berarti seseorang yang terus menerus mau belajar menumbuhkan karakter Kristus di dalam kehidupannya.
Kelaparan dan kehausan pada saat itu adalah sebuah konteks di jaman Yesus, di mana masyarakat pada saat itu ketakutan untuk kekurangan makanan dan minuman. Oleh karena itu, perkataan ini adalah sebuah tantangan dari Yesus seberapa besarkah kesungguhan kita untuk mencari kebenaran dan hidup dalam kebenaran tersebut?
Ayat ini termasuk salah satu ayat yang terpenting dalam Khotbah di Bukit. Mengapa? Karena ini merupakan syarat dasar dari semua kehidupan saleh. Kondisi rohani orang Kristen seumur hidup mereka akan tergantung pada rasa lapar dan dahaga mereka akan:
(a) kehadiran Allah (Ul 4:29),
(b) Firman Allah (Mazm 119:1-176),
(c) hubungan dengan Kristus (Fili 3:8-10),
(d) persekutuan Roh Kudus (Yoh 7:37-39; 2Kor 13:14),
(e) kebenaran (Mat 5:6),
(f) kuasa kerajaan (Mat 6:33) dan
(g) kedatangan Tuhan kembali (2Tim 4:8).
Banyak hal yang membuat manusia tidak mau mencari kebenaran akan Kristus lagi yaitu Kelaparan orang Kristen terhadap godaan dan tawaran duniawi, tipu daya kekayaan (Mat 13:22), keinginan akan berbagai hal (Mrk 4:19), kenikmatan hidup (Luk 8:14), dan kegagalan untuk tetap tinggal dalam Kristus.
Pada saat kelaparan orang percaya akan Allah dan kebenaran-Nya sudah tidak ada lagi, mereka akan mati secara rohani. Oleh karena itu adalah sangat penting bahwa kita peka terhadap pekerjaan Roh Kudus yang menginsyafkan kita (bd. Yoh 16:8-13; Rom 8:5-16).
Orang yang haus dan lapar akan kebenaran berarti mewujudnyatakan kebenaran itu dalam kehidupannya bukan setengah-setengah saja. Misalkan hanya hidup benar kalau di gereja saja, sedangkan di luar gereja hidup tidak benar tidak apa-apa. Tentu saja bukan seperti itu, Yesus menginginkan pengikutnya melakukan kebenaran bukan hanya sebagian tetapi keseluruhan hidup untuk benar di hadapan Allah. ini juga berhubungan dalam hidup sesama, agar setiap sesama kita diperlakukan adil di dalam kehidupannya.
Di dalam buku Josep Langford “Ibu Theresa:Secret Fire” diceritakan bagaimana Ibu Theresa menggambarkan Allah yang kehausan. Kehausan akan apa? Kehausan akan upaya kita untuk bertobat dan menjalin kasih kepada sesama kita. Allah haus akan pertobatan kita dari ketidakpedulian kita, kekerasan hati kita. Oleh karena itu puaskanlah dahaga Allah dengan menjadikan hidup kita selalu dalam kebenaran akan Kristus dalam kehidupan kita.
Seperti halnya kita haus akan air, demikianlah pula kita harus merasa haus akan Kristus
-Mother Theresa-
Sabtu, 22 Oktober 2011
KEJUJURAN SEBAGAI SUATU IDENTITAS KEKRISTENAN
kejujuran berarti suatu keselarasan antara pikiran, perkataan, dan tindakan yang menunjukkan kebenaran. Di dunia yang kita hidupi sekarang banyak orang yang memiliki filosofi “berbohonglah ketika anda harus berbohong.” Filosofi ini banyak yang membuat seseorang kaya secara materi tapi miskin secara karakter. Banyak pula orang yang berusaha menggunakan berbagai cara untuk mencapai suatu kekuasaan. Oleh karena itu banyak orang yang memilih untuk tidak jujur untuk mencapai sebuah kesuksesan.
Makna kejujuran adalah
1. Kejujuran berarti menjadi asli apa adanya diri anda tanpa ada kepalsuan
2. Kejujuran sebagai suatu integritas dalam kehidupan kita
3. Kejujuran ini penting karena membuat kita hidup dan bertindak secara konsisten
4. Kejujuran membuat kita dipercayai dalam setiap tindakan kita
5. Bersikap jujur berarti anda tidak perlu takut dinilai orang lain
Menurut Benjamin Franklin Kejujuran merupakan kebijakan terbaik. Walaupun kejujuran dan ketulusan akan membuat kedudukan anda lemah tetapi tetaplah bersikap jujur dan tulus. Di dalam (Amsal 19:22) Sifat yang diinginkan pada seseorang adalah kesetiaannya; lebih baik orang miskin daripada seorang pembohong. Seorang pembohong membuat dia kehilangan integritasnya. Di dalam Amsal ini dengan jelas status seorang pembohong lebih rendah daripada seorang yang miskin.
Bobby Jones seorang pegolf telah menjadi teladan pada pertandingan golf dalam final US Open. Dia jujur tidak sengaja menggerakkan bolanya padahal penonton dan wasit tidak melihat bola itu bergerak. Peristiwa ini membuat dia kalah dalam final tersebut. Bobby Jones memang kalah dalam final tersebut tetapi tidak kehilangan integritasnya. Kejujurannya membuat dia dikenang bahkan namanya dijadikan award dalam setiap pertandingan golf. Integritasnya membuat dia dihargai dan dikenang. Juara US Open pada saat itu kalah tenar oleh kejujuran yang dibuat oleh Bobby Jones.
Mengapa kita harus jujur?
· Hanya dengan hidup jujur kita dapat semakin bermartabat di mata orang lain
· Jangan pernah berjanji jika anda tidak berniat menepatinya
· Bila anda selalu berkata jujur anda tidak akan pernah terjebak dalam kebohongan
· Hidup akan lebih tentram dan nyaman bila kita tak menyembunyikan kesalahan
Kejujuran adalah modal utama untuk dipercayai bagi para pengikut Kristus. Tuhan Yesus bukan hanya ingin kita beriman kepadaNya saja, tetapi juga suatu perbuatan yang dipraktekkan melalui kejujuran. Pada saat kita menjadi manusia baru, berarti seperti yang terdapat di dalam (Kolose 3:9) Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya. Seorang pengikut Kristus berarti dia harus berani untuk jujur dalam kehidupannya
Membangun karakter kejujuran
· Diawali dari kebiasaan. Jadikan kejujuran sebagai kebiasaan kita
· Kejujuran sebagai salah satu karakter yang menunjukkan integritas diri kita
· Kejujuran bukanlah hanya diucapkan tetapi dilakukan
· Kejujuran merupakan dasar dalam membangun sebuah relasi. Relasi adalah sebuah dasar untuk membangun sebuah kesuksesan
Ø Percayakah dengan kita hidup jujur maka kita mampu mengubah dunia?
Ø Percayakah bahwa dengan menyebarkan benih-benih kejujuran dengan lingkungan kita maka kita satu langkah untuk menciptakan kejujuran di di dunia?
Saya mungkin tidak mampu mengubah dunia yang saya lihat di sekeliling saya, namun saya bisa mengubah apa yang saya lihat dalam diri saya.
-John Maxwell-
Kalau kita yakin akan kemampuan untuk hidup jujur dalam diri kita berarti kita telah satu langkah untuk menciptakan kejujuran dalam dunia ini. Kejujuran adalah bukti bahwa kita memiliki identitas kekristenan. Jujur harus dilakukan dalam setiap aspek dalam hidup kita, dalam rumah tangga, pekerjaan, lingkungan masyarakat dan juga di dalam gereja. Banyak tawaran dan godaan yang membuat kita memilih untuk tidak jujur. Jika kita tidak memiliki integritas maka kita akan dengan mudah kompromi pada saat godaan atau tekanan dan mengorbankan nilai-nilai kita.
Apakah kita boleh berbohong? Jujur tetap adalah sebuah keharusan, namun ada berbagai kasus dimana kita tidak bisa jujur karena suatu hal, misalkan menyampaikan vonis kanker terhadap suami, atau istri kita, mungkin kita akan memilih untuk berbohong agar bisa melihat kesiapan hati orang tersebut. Dalam beberapa kasus kita terpaksa berbohong. Dalam hal ini masih dapat dimaklumi. Namun kebohongan yang menyangkut dengan ego kita haruslah ditolak.
Pengikut Kristus haruslah memberikan teladan, terutama menyangkut aspek kejujuran. Bagaimana kita bisa menjadi garam dan terang dunia jika kita tidak menjadi teladan. Ubahlah diri kita maka kita dapat mengubah dunia. Amin
Langganan:
Postingan (Atom)
