ecclesia reformata semper reformanda

WELCOME

Selamat datang
All of you are invited!!!

blog ini berisikan tentang renungan saya dalam kehidupan sehari-hari
selain itu ada beberapa karya ilmiah saya pada saat saya studi di sekolah teologi.

Semoga mendapatkan berkat melalui blog ini
Tuhan memberkati
HI FRIENDS, WELCOME TO MY BLOG.. I HOPE YOU LIKE IT..GBU ALWAYS

Selasa, 13 Desember 2011


“All my life I try to be honest. Today is no different.”

Beberapa tahun yang lalu ada seorang bapak dari negara Bangladesh yang mayoritas beragama Islam, bernama Usman Chudori. Dia iseng-iseng coba membuat application ke USA. Tiap tahun Amerika menerima sekitar 50.000 warga dari seluruh dunia untuk menjadi PR di sana. Ternyata bapak ini keterima. Bersama dengan keluarganya dia pindah menjadi imigran di sana. Dia tinggal di kota New York bekerja sebagai supir taksi. Penghasilannya hanya pas-pasan untuk menghidupi keluarganya dan dia termasuk orang yang relatif miskin di tengah-tengah kota yang begitu besar dan cosmopolitan itu. Selama bertahun-tahun dia hidup sederhana, pas-pasan sebagai supir taksi. Sampai suatu hari tiba-tiba dia dikenal di seluruh Amerika Serikat. Dia masuk channel televise, majalah, surat kabar. Apa yang terjadi? Kejadiannya sederhana saja. Suatu hari dia menunggu seorang penumpang di airport JFK, seorang wanita muda yang kaya. Dan betul saja, dia minta diantar ke salah satu tempat pemukiman elite. Setelah wanita ini sampai, dia turun dan bapak Usman pergi mengambil penumpang yang lain. Pada waktu penumpang lain hendak menaruh bagasinya ternyata wanita kaya tadi ketinggalan tasnya di sana. Bapak Usman ini kemudian memeriksa tas pertama, isinya sebuah laptop yang terbaru dan mahal. Kalau sdr menemukan barang seperti ini, diambil atau dikembalikan? Lalu dia membuka tas yang kedua. Isinya jauh lebih mahal daripada tas yang pertama sebab tas yang kedua isinya 31 biji cincin berlian. Kalau sdr menemukan barang ini, diambil atau tidak? Jangan-jangan ada yang bilang separuhnya saya ambil, separuh saya sumbangkan ke gereja. Maksudnya supaya hati nuraninya lebih tenang setelah mengambil barang orang lain. Bapak Usman membawa kedua tas ini ke kantor polisi. Polisi melacak wanita yang tadi turun dan singkatnya dia berhasil ditemukan. Tas itu dikembalikan kepada dia secara utuh. Karena senang, perempuan itu kasih uang $100 sebagai tanda terima kasih. Padahal perempuan itu sewaktu naik taksi pak Usman hanya memberi tips 30 sen saja. Begitu wartawan mengetahui peristiwa ini, malamnya pak Usman langsung diajak ke stasiun televisi untuk diwawancara. Salah satu pertanyaan yang diberikan kepadanya, “Kenapa bapak tidak ambil saja kedua tas itu?” Bapak Usman menjawab demikian, “All my life I try to be honest. Today is no different.” Sepanjang hidup saya berusaha menjadi orang jujur, hari ini tidak berbeda dengan hari sebelumnya.

[Sumber: Khotbah Danel Lukas Lukito/ http://www.griisydney.org/ringkasan-khotbah/2007/2007/12/02/benarkah-kita-adalah-pengikut-yesus-yang-sejati].

Tidak ada komentar: