ecclesia reformata semper reformanda

WELCOME

Selamat datang
All of you are invited!!!

blog ini berisikan tentang renungan saya dalam kehidupan sehari-hari
selain itu ada beberapa karya ilmiah saya pada saat saya studi di sekolah teologi.

Semoga mendapatkan berkat melalui blog ini
Tuhan memberkati
HI FRIENDS, WELCOME TO MY BLOG.. I HOPE YOU LIKE IT..GBU ALWAYS

Jumat, 10 September 2010

Katakanlah cinta itu sebelum terlambat


Peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apapun, hanya memandang langit sementara sahabat2 mereka sedang asyik bercanda ria dengan kekasih mereka masing2.
Tina : “Duh, bosen banget. Gw jg mau punya pacar yg bisa berbagi waktu sama gw. “
Peter : “Kayak nya tinggal kita berdua doang deh yang jomblo. Cuma kita berdua aja yg ga punya pasangan.”
(keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat)
Tina : “Kayaknya gw ada ide bagus nih. Kita adain permainan yuk? “
Peter : “Eh? Permainan apaan?”
Tina : “Enngg… Gampang sih permainannya, gw jdi pacar lu, dan lu jadi pacar gw, tapi hanya untuk 100 hari aja. Gimana? Mau ga? “
Peter : “ Oke… lagian gw jg ga ada rencana apa-apa buat bbrp bulan ke depan.”
Tina : “ Kok lu ga tlalu niat sih.. Semangat dong! Hari ini akan jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan2 kemana nih? “
Peter : “Gimana kalo kita nonton aja? Kalo gak salah film Seven Pounds lagi maen ya? Katanya bagus tuh”
Tina : “Oke deh.. Yuk kita pergi sekarang. Ntar pulang nonton, kita ke karaoke ya.. ajak adik kamu sama pacar nya, biar seru “
Peter : “Boleh juga. Double date nih..  “
(merekapun pergi menonton, berkaraoke dan Peter mengantar Tina pulang malam hari nya)
Hari ke 2 :
Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe yang remang2 dan alunan musik yg syahdu membawa hati mereka pada situasi yg romantis. Sebelum pulang Peter membelikan sebuah kalung perak berliontin bintang untuk Tina.
Hari ke 3:
Mereka pergi ke mall untuk mencari kado buat sahabatnya Peter. Setelah berkeliling mall, mereka memutuskan untuk membeli sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat, duduk di food court, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai berpegangan tangan untuk pertama kalinya.
Hari ke 7:
Bermain bowling bersama teman2 Peter. Tangan Tina sakit karena tidak terbiasa bermain bowling. Peter memijit2 tangan Tina dengan lembut.
Hari ke 25:
Peter mengajak Tina makan malam di 
Ancol Bay. Bulan sudah menampakan diri, langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya. Mereka duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan seuara gelombang pantai. Sekali lagi, Tina memandang langit, dan melihat bintang jatuh. Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.
Hari ke 41:
Peter berulang tahun. Tina membuatkan 
kue ulang tahun untuk Peter. Bukan kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yg timbul dalam hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yg terbaik. Peter terharu menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup lilin ulang tahun.
Hari ke 67:
Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama, dan mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka teddy untuk Tina, dan Tina membelikan Peter sebuah pulpen.
Hari ke 72:
Pergi ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negri China. Tina penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. Sang peramal hanya mengatakan “Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang.” Kemudian peramal itu meneteskan air mata.
Hari ke 84:
Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai. Pantai Anyer sangat sepi karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. Mereka melepaskan sandal dan berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan, merasakan lembutnya pasir dan dinginnya air laut menghempaskan kaki mereka. matahari terbenam, dan mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi.
Hari ke 99:
Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan sederhana. Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota.
15.20 pm
Tina : “Aku haus. Istirahat dulu yuk sebentar.”
Peter : “Tunggu di sini, aku yang beli aja minumannya. Kamu mau minum apa? Aku teh botol aja ah.”
Tina : “Aku aja yg beli. Kamu kan capek udah nyetir keliling kota hari ini. Bentar ya”
Peter mengangguk. Kakinya memang pegal sekali karena dmn2 Jakarta selalu macet.
15.30pm
Peter sudah menunggu selama 10 menit dan Tina belum juga kembali. Tiba2 seseorang yg tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah panik.
Peter : “Ada apa, Pak?”
Orang asing : “Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayak nya perempuan itu temanmu”
Peter segera berlari bersama dengan orang asing itu. Disana, di atas aspal yg panas terjemur terik matahari siang, tergeletak tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang botol minumannya. Peter segera mengambil mobilnya dan melarikan Tina ke rumah sakit terdekat. Peter duduk diluar ruangan ICU selama 8 jam. Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.
23.53pm
Dokter : “Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yg terbaik, dia masih bernafas sekarang, tapi Yang Kuasa akan segera menjemputnya. Kami menemukan surat ini dalam kantongnya.”
Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan Peter segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajahnya pucat tetapi terlihat damai. Peter duduk disamping pembaringan Tina dan menggenggam tangan Tina dengan erat.
Untuk pertama kali dalam hidupnya, ia merasakan torehan luka yg sangat dalam di hatinya. Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya. Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya.
Dear Peter
Ke 100 hari kita sudah hampir berakhir…
Aku menikmati hari2 yg kulalui bersamamu
Walaupun kadang2 kamu jutek dan tidak bisa ditebak
tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku…
Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yg berharga dalam hidupku.
Aku menyesal tidak pernah berusaha mengenalmu lebih dalam lagi sebelumnya.
Sekarang aku tidak meminta apa2 hanya berharap kita bisa memperpanjang hari2 kebersamaan kita.
Sama seperti yg kuucapkan pada bintang jatuh malam itu di pantai, aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku.
Aku ingin menjadi kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada di sisiku seumur hidupku.
Peter, aku sangat sayang padamu
23.58 pm
Peter : “Tina, apakah kau tau harapan apa yg aku ucapkan dalam hati saat meniup lilin ulang tahunku? Akupun berdoa adar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya.
Tina, kamu tidak bisa meninggalkanku! Hari yg kita lalui baru berjumlah 99 hari! Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama! Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku kesepian! Tina, aku sayang padamu….!!”
Jam dinding berdentang 12 kali….. Jantung Tina berhenti berdetak.
Hari itu adalah hari ke 100…
Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat.
Kau tidak akan pernah tau apa yg akan terjadi besok.
Kau tidak akan pernah tau siapa yg akan meninggalkanmu dan tidak pernah kembali lagi.

Kamis, 09 September 2010

Mazmur Sebagai Nyanyian Jemaat


Mazmur Sebagai Nyanyian Jemaat
Pemakaian Kitab Mazmur sebagai nyanyian jemaat telah dipakai sejak zaman Israel kuno.  Pemakaian Mazmur semakin banyak dipakai ketika masa pemerintahan Daud dan Salomo.  Pada masa itu muncul suatu liturgi yang semakin teratur dan tetap.[1]  Mazmur ini dipakai di dalam pesta-pesta besar seperti Paska, Pentakosta, dan Pondok Daun.  Seluruh umat mengambil bagian dalam kegembiraan rohani, sambil menyanyikan pujian atau mengulangi refrein (Mzm 136;135:19-20)
Biasanya susunan Mazmur terdiri dari :[2]
      1.      Pembukaan      : Undangan yang ditujukan kepada umat seluruhnya. 
                                Pembukaan ini sangat pendek (mis Halelluya)
2.      Bagian pokok   : Lazimnya dibuka dengan kata hubung “sebab” atau
                                dengan kalimat relatif (“yang….) kemudian dan kerap  
                                kali dengan sederetan kalimat yang pendek, Allah dan
                                karyaNya dipuji entah dengan menggambarkan  
                                (hakikat dan sifat-sifat Allah), entah dengan
                                mewartakan karya
                                penciptaan, penyelenggaraan, penebusan.
3.      Penutup      : penutup ini terdiri atas ajakan atau undangan kepada
                                umat.
Pemakaian Kitab Mazmur dalam nyanyian jemaat bisa dikatakan cukup penting.  Ini dikarenakan mengingat fungsi nyanyian jemaat adalah untuk melayankan liturgi.[3]   Selain itu fungsi nyanyian jemaat adalah :
1.      Merangkai unsur-unsur liturgi satu yang lain, sehingga membentuk satu perayaan liturgi.  Rangkaian liturgi akan terputus, apabila nyanyian jemaat tidak berfungsi secara benar.
2.      Nyanyian jemaat mengandung fungsi dan peran simbolis, ia mengungkapkan makna terdalam dari sikap iman gereja, yang dengannya dunia mengenal kita.  Ini berarti ada unsur pemberitaan dalam nyanyaian jemaat.
3.      Nyanyian jemaat berperan untuk menjalankan ibadah sehingga menjadi khidmat.
Oleh karena itu, Pemakaian Kitab Mazmur di dalam nyanyian jemaat bisa dikatakan cukup penting.  Ini dikarenakan di dalam Kitab Mazmur terdapat isi-isi pemberitaan Firman mengenai Tuhan sebagai pencipta, Tuhan sebagai penebus, dan sebagainya.  Dengan adanya nyanyian jemaat ini, isi dari kitab mazmur tersampaikan kepada jemaat.  Pujian dalam Kitab Mazmur dapat membuat seseorang cukup peka dan terbuka bagi keindahan alam dan dapat memuji Allah pencipta dengan Mazmur pujian ini.  Melalui Mazmur pujian ini, dapat membuka dan menguatkan kepekaan kita sekaligus menguatkan sikap iman kita.[4]


[1] Wim van Der Weiden, Mazmur dalam Ibadat Harian (Yogyakarta: Kanisius, 1991), hal 53.
[2] Ibid.
[3] Rasid Rachman, Nyanyian Jemaat dalam Liturgi (TangerangBintang Fajar, 1999), 19.
[4] Weiden, Op. Cit., hal 56.

AMPUNI KAMI SEPERTI KAMI JUGA MENGAMPUNI ORANG YANG BERSALAH KEPADA KAMI


                Sebuah pengampunan(αφες, melepaskan, mengampuni, menerima) adalah hal paling penting di dalam kehidupan.  Tanpa pengampunan Allah, seluruh manusia tidak dapat diselamatkan.  Sebuah “forgiveness” dapat dilakukan apabila kita sungguh-sungguh mau mengamalkan apa yang diajarkan oleh Tuhan. kesalahan yang bahasa aslinya adalah “opheilema” yang berarti hutang.  Sebuah hutang ini harus dibayarkan apabila tidak dapat dibayar oleh seorang penghutang, maka yang dihutangi haruslah melakukan pengampunan.  Ini adalah sebuah konteks Yahudi pada saat itu, karena banyak orang-orang yang berhutang yang tidak sanggup dibayar.  Namun jika kita melihat ternyata dalam konteks yahudi ada yang namanya tahun Yobel atau tahun pembebasan.  Di sini bermakna bahwa pada saat tahun yobel, semua hutang para penghutang haruslah dihilangkan/diputihkan sehingga mereka dapat terbebas dari jerat hutang mereka.
                Yesus pun mengajarkan hal seperti itu kepada para murid.  Di mana mereka harus mengampuni orang yang bersalah kepada mereka.  Karena yang namanya mengampuni orang yang bersalah itu adalah hal yang sulit.  Pengajaran Yesus kepada murid-muridNya tentang pengampunan sejalan dengan hal yang dilakukan Yesus.  Di dalam pengampunan dibutuhkan sebuah kasih yang sempurna.  Kasih itu membuat manusia tidak mendendam.  Kasih itu membuat manusia dapat memaafkan.  Oleh karena itu,  pengampunan sejalan dengan ajaran Yesus mengenai kasih.   Para murid juga mengetahui konteks tahun Yobel, tahun pembebasan. Biasanya terjadi setiap 50 tahun sekali.  Namun Yesus membuatnya mengampuni haruslah dilakukan setiap ada orang yang bersalah kepada kita bukan hanya hutang materi saja.
                Mengapa pengampunan diajarkan oleh Yesus? Karena manusia pada dasarnya sulit mengampuni.  Kadangkala jika kita sebagai pihak yang disakiti, kita akan mengingat terus orang yang disakiti.   Manusia akan terus mendendam dengan mengingat orang yang telah menyakitinya.  Bahkan ada kalanya manusia terus saling membalas dendam tanpa ada henti-hentinya.  Jika terjadi seperti itu maka akan terjadi sebuah lingkaran dendam yang bahkan bisa turun temurun dan tidak bisa berhenti.  Oleh karena itu Yesus mengajarkan sebuah pengampunan untuk memutus mata rantai dendam.  Sehingga kasih adalah pedoman kita untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita.
                Mengampuni tidak sama dengan melupakan.  Melupakan hal-hal yang telah menyakiti kita adalah hal tidak mungkin.  Bahkan ada peribahasa “waktu akan melupakan.”  Waktu tidak akan melupakan hal-hal yang menyakiti kita melainkan mengurangi.  Mengampuni berarti menerima kesalahan yang dilakukan oleh orang lain kepada kita.  mengampuni berarti kita membuat diri kita damai dengan orang lain.  sebuah pengampunan haruslah dilakukan sebagai orang-orang Kristen, tanpa sebuah pengampunan maka akan timbul peperangan yang tidak ada hentinya.  Jika kita mengingat Mahatma Gandi pernah berkata “jika konsep mata ganti mata berlaku di seluruh dunia maka seluruh dunia akan buta.”  Sebuah dendam adalah hal yang membuat kita sakit hati, bahkan kita bisa berpikir terus menerus.  Apabila orang yang menyakiti kita sadar, tetapi tidak mau berubah? Itu bukan menjadi urusan kita melainkan urusannya dengan Tuhan.
                Kalimat ini apabila dinegasikan akan menjadi seperti ini “jangan ampuni kami Tuhan jika kami tidak mengampuni orang yang bersalah kepada kami” dan ini juga dikatakan oleh Yesus pada ayat ke 15.  Maka kita harus berusaha dalam kehidupan kita untuk mengampuni walaupun sangat sulit.  Mengapa, jika kita tidak mau mengampuni orang yang bersalah kepada kita maka ALLAH pun tidak mau mengampuni orang yang bersalah kepada kita.  di dalam cerita Matius 18:21-35 diceritakan bagaimana kita harus mengampuni seseorang sampai 77 kali, bukan berarti setelah 77 kali kita tidak mengampuni melainkan kita harus mengampuni sepanjang hari selamanya dalam mengampuni orang yang bersalah.
                Di dalam cerita itu kita melihat bagaimana seorang raja membebaskan hutang seorang yang berjumlah 10000 talenta (jumlah sekarang kira-kira 10.000.000 dollar), namun orang yang dibebaskan itu tidak mau membebaskan hutang temannya yang Cuma beberapa dinar saja.  sehingga raja itu kecewa dan menghukum dia.  Begitu jugalah Allah yang telah mengampuni dosa-dosa kita yang tak terkira, sudah seharusnya kita yang dibebaskan dari hutang dosa juga mau memaafkan orang yang telah berbuat salah kepada kita.  bukannya tetap mendendam, jika kita melakukan hal itu maka kita sama seperti seorang yang berhutang 10000 talenta.

Pembelajaran
1.  manusia harus mengampuni walaupun sulit
2. Allah telah mengampuni kita maka kita harus mengampuni orang lain
3.  jika kita tidak dapat mengampuni, maka kita harus meminta kekuatan dari Tuhan untuk dapat mengampuni orang yang bersalah kepada kita.
4.  mengampuni bukan melupakan.  Mengampuni berarti kita bisa menerima dengan lapang dada.
5.  dengan pengampunan, lingkaran dendam dapat dihapuskan.

Sahabat Allah



Cerita di bawah ini mengingatkan kita untuk semakin dan mencintai lebih dalam kepada Tuhan.


Diambil dari cerita nyata..


Ada seorang bocah kelas 4 SD di suatu daerah di Milaor Camarine Sur, Filipina, yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah yang berbatuan dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang dan tidak beraturan.


Setiap kali berhasil menyebrangi jalan raya tersebut, bocah ini mampir sebentar ke Gereja tiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan, sahabatnya.
Tindakannya ini selama ini diamati oleh seorang Pendeta yang merasa terharu menjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman tersebut.


"Bagaimana kabarmu, Andy? Apakah kamu akan ke Sekolah?"


"Ya, Bapa Pendeta!" balas Andy dengan senyumnya yang menyentuh hati Pendeta tersebut.


Dia begitu memperhatikan keselamatan Andy sehingga suatu hari dia berkata kepada bocah tersebut, "Jangan menyebrang jalan raya sendirian, setiap kali pulang sekolah, kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan memastikan kamu pulang ke rumah dengan selamat."


"Terima kasih, Bapa Pendeta."


"Kenapa kamu tidak pulang sekarang? Apakah kamu tinggal di Gereja setelah pulang sekolah?"


"Aku hanya ingin menyapa kepada Tuhan.. sahabatku."


Dan Pendeta tersebut meninggalkan Andy untuk melewatkan waktunya di depan altar berbicara sendiri, tetapi pastur tersebut bersembunyi di balik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andy kepada Bapa di Surga.


"Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun temanku melakukannya. Aku makan satu kue dan minum airku. Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanya kue ini.
Terima kasih buat kue ini, Tuhan! Tadi aku melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya.. lucunya, aku jadi tidak begitu lapar.


Lihat ini selopku yang terakhir. Aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu minggu depan.Engkau tahu sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa..
paling
tidak aku tetap dapatpergi ke sekolah. Orang-orang berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, bahkan beberapa dari temanku sudah berhenti sekolah, tolong Bantu mereka supaya bisa bersekolah lagi.
Tolong Tuhan.


Oh, ya..Engkau tahu kalau Ibu memukulku lagi. Ini memang menyakitkan, tapi aku tahu sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih punya seorang Ibu.
Tuhan, Engkau mau lihat lukaku??? Aku tahu Engkau dapat menyembuhkannya, disini..disini.aku rasa Engkau tahu yang ini kan....??? Tolong jangan marahi ibuku, ya..?? dia hanya sedang lelah dan kuatir akan kebutuhan makan dan biaya sekolahku..itulah mengapa dia memukul aku.


Oh, Tuhan..aku rasa, aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang sangat cantik dikelasku, namanya Anita. menurut Engkau, apakah dia akan menyukaiku??? Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak usah menjadi siapapun hanya untuk menyenangkanMu. Engkau adalah sahabatku.


Hei.ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira??? Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu. Tapi ini kejutan bagiMu.
Aku berharap Engkau menyukainya. Oooops..aku harus pergi sekarang."


Kemudian Andy segera berdiri dan memanggil Pendeta .


"Bapa Pendeta..Bapa Pendeta..aku sudah selesai bicara dengan sahabatku, anda bisa menemaniku menyebrang jalan sekarang!"


Kegiatan tersebut berlangsung setiaphari, Andy tidak pernah absen sekalipun.


Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat suatu iman dan kepercayaan yang murni kepada Tuhan.. suatu pandangan positif dalam situasi yang negatif.


Pada hari Natal, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Gereja tersebut diserahkan kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum dan selalu menyalahkan segala sesuatu yang orang lain perbuat. Mereka juga mengutuki orang yang menyinggung mereka.


Ketika mereka sedang berdoa, Andypun tiba di Gereja tersebut usai menghadiri pesta Natal di sekolahnya, dan menyapa "Halo Tuhan..Aku.."


"Kurang ajar kamu, bocah!!!tidakkah kamu lihat kalau kami sedang berdoa???!!! Keluar, kamu!!!!!"


Andy begitu terkejut,"Dimana Bapa Pendeta Agaton..??Seharusnya dia membantuku menyeberangi jalan raya. dia selalu menyuruhku untuk mampir lewat pintu belakang Gereja. Tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan Yesus, karena hari ini hari ulang tahunNya, akupun punya hadiah untukNya.."


Ketika Andy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerahnya dan mendorongnya keluar Gereja.


"Keluar kamu, bocah!..kamu akan mendapatkannya!!!"


Andy tidak punya pilihan lain kecuali sendirian menyebrangi jalan raya yang berbahaya tersebut di depan Gereja. Lalu dia menyeberang, tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan kencang - disitu ada tikungan yang tidak terlihat pandangan. Andy melindungi hadiah tersebut didalam saku bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tersebut. Waktunya hanya sedikit untuk menghindar.dan Andypun tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh bocah malang tersebut yang sudah tidak bernyawa lagi.


Tiba-tiba, entah muncul darimana ada seorang pria berjubah putih dengan wajah yang halus dan lembut, namun dengan penuh airmata dating dan memeluk bocah malang tersebut. Dia menangis.


Orang-orang penasaran dengan dirinya dan bertanya,"Maaf tuan..apakah anda keluarga dari bocah yang malang ini? Apakah anda mengenalnya?"


Tetapi pria tersebut dengan hati yang berduka karena penderitaan yang begitu dalam berkata,"Dia adalah sahabatku." Hanyaitulah yang dikatakan.


Dia mengambil bungkusan hadiah dari dalam saku baju bocah malang tersebut dan menaruhnya didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh bocah tersebut, kemudian keduanya menghilang. Orang-orang yang ada disekitar tersebut semakin penasaran dan takjub..


Di malam Natal, Pendeta Agaton menerima berita yang sangat mengejutkan.


Diapun berkunjung ke rumah Andy untuk memastikan pria misterius berjubah putih tersebut. Pendeta itu bertemu dengan kedua orang tua Andy.


"Bagaimana anda mengetahui putra anda telah meninggal?"


"Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari." Ucap ibu Andy terisak.


"Apa katanya?"


Ayah Andy berkata,"Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sangat kesepian atas meninggalnya Andy, sepertinya Dia begitu mengenal Andy dengan baik. Tapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia menyibakkan rambut Andy dari wajahnya dan memberikan kecupan dikeningnya, kemudian Dia membisikkan sesuatu.


"Apa yang dikatakan?"


"Dia berkata kepada putraku.." Ujar sang Ayah. "Terima kasih buat kadonya.
Aku akan berjumpa denganmu. Engkau akan bersamaku." Dan sang ayah melanjutkan, "Anda tahu kemudian semuanya itu terasa begitu indah.. aku menangis tapi tidak tahu mengapa bisa demikian. Yang aku tahu.aku menangis karena bahagia..aku tidak dapat menjelaskannya Bapa Pendeta, tetapi ketika dia meninggalkan kami, ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, aku merasakan kasihnya yang begitu dalam di hatiku.. Aku tidak dapat melukiskan sukacita dalam hatiku. aku tahu, putraku sudah berada di Surga sekarang.
Tapi tolong Bapa Pendeta .. Siapakah pria ini yang selalu bicara dengan putraku setiap hari di Gerejamu? Anda seharusnya mengetahui karena anda selalu di sana setiap hari, kecuali pada saat putraku meninggal.


Pendeta Agaton tiba-tiba merasa air matanya menetes dipipinya, dengan lutut gemetar dia berbisik,"Dia tidak berbicara kepada siapa-siapa... kecuali dengan Tuhan."

Thanks